Apakah Gempa Dapat Diprediksi?

Posted: 29 September 2011 in Gempa

Berikut ini ada kutipan opini seorang senior saya dalam suatu forum aspirasi diskusi (dengan sedikit editing)

…….Tapi memang secara teoritis (&praktis), ramal-meramal gempa masih belom terjangkau alam pikiran manusia. Masih banyak “sifat&parameter” gempa yg belom terjawab. Dalam meramal sesuatu paling tidak ada 3 parameter yg harus terjawab : dimana, kapan & berapa besar. Kesemuanya ini susah terjawab secara pasti&presisi. Memang ada beberapa indikator yg bisa dijadikan pegangan seperti diatas, melihat time-series gempa2 disekitar sesar dll. Tetapi, ketidak-pastian (uncertainty) relatif besar. Sehingga mungkin  drpd menghabiskan waktu, tenaga&pikiran meramal2 gempa, bukankah lebih baik untuk menyiapkan diri (dalam hal ini meneliti, dll) menghadapi gempa tsb, toh tujuan semua penelitian untuk kemashalatan manusia. :) ….

……..tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini :) , hanya soal waktu saja. Tetapi mungkin dalam konteks ramal-meramal gempa bumi, masih banyak faktor, parameter & sifat yg belom dipahami. Taruhlah, saya bisa bilang di Kalimantan akan terjadi gempa ( dan ini saya yakin ada, contohnya ya kemaren itu di Singkawang), tetapi kapan, dimana tepatnya dan berapa besar nya…ini yg belom bisa saya jawab hehehe. Bukankah ramal-meramal tidak hanya butuh kualitatif saja, tetapi juga harusnya kuantitatif (terukur)…..

juga kutipan yg saya temukan dulu sekali dari sebuah blog/web yg mohon maaf saya lupa sumbernya (bila ada yg merasa kutipan ini milik dia mohon ijin mengutip) dengan sedikit editing juga:

Beberapa ramalan gempa yang pernah dilakukan para ahli Amerika, Rusia, Cina dan Jepang adalah dengan meneliti frekuensi kejadian gempa besar di masa lalu untuk menemukan pola yang berguna buat membaca kemungkinan gempa di masa depan. Pada saat yang sama, mereka mengkaji kecepatan dan tingkat akumulasi energi pada bebatuan akibat gerakan lempeng bumi. Upaya teoritis dibalik laboratorium ini tidak berhasil di lapangan ketika dipraktekkan di daerah-daerah rawan gempa.

Satu-satunya ramalan yang dinilai sukses terjadi pada pada 1975. Saat itu, berdasarkan tanda-tanda pendahuluan, pemerintah Cina berhasil memberikan peringatan kepada warganya. Hasilnya, ketika gempa berkekuatan 7,3 skala richter mengguncang Kota Haicheng di wilayah Yingkouw, jumlah kerugian dan korban bisa ditekan.

Belakangan ramalan itu lebih bersifat kebetulan ketimbang hasil pengamatan yang terencana. Buktinya, setahun kemudian, gempa yang tak kalah dasyat mengguncang Tangshan di Cina bagian utara. Sebelum kejadian, pemerintah Cina dan ahli gempa Cina tak berhasil mendeteksi gejala apa pun. Evakuasi tak sempat dilakukan. Akibatnya, sekitarnya 240 ribu penduduk Tangshan terkubur reruntuhan.

Lembaga Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) malah pernah membuat ramalan yang menggelikan. Pada tahun 1983, lembaga itu menyatakan, gempa berkekuatan sedang bakal mengguncang wilayah Parkfield , California . Prediksi itu disusun berdasarkan enam kali gempa berkekuatan 6 skala Richter yang terjadi pada rentang waktu rata-rata 22 tahun di sana . Untuk mengurangi resiko salah ramal, USGS membuat waktu terjadinya gempa sedikit tidak pasti. Gempa, menurut pakar USGS, bakal terjadi diantara tahun 1983 dan 1993. Seperti mau pamer kepada dunia, saat itu Amerika pun mengerahkan banyak ahli untuk meneliti dan memonitor kawasan tersebut. Alat pemantau paling maju serta alat peringatan dini dipasang di seluruh pelosok Parkfield. Namun, sampai tahun 1993, gempa ternyata tak kunjung datang.

Kasus Parkfield sempat mengikis keyakinan para ahli dan penentu kebijakan di Amerika. Dua pakar gempa dari University of California, Los Angeles, David Jackson dan Yan Kagan, seperti mewakili isu keraguan itu. Keduanya menolak ramalan-ramalan lama dengan menyodorkan fakta-fakta baru. Katanya, daerah-daerah di Amerika yang dinyatakan “aman” gempa malah mengalami guncangan lima kali lebih sering ketimbang daerah yang dinyatakan berbahaya. “Tak seperti badai dan letusan gunung api, gempa jauh lebih sulit diduga”, ujar Jackson .

Trus kesimpulannya apa dong?

Well, saya adalah orang yang percaya suatu hari nanti gempabumi dapat diprediksi. Tapi memang saat ini kenyataan yang ada adalah gempabumi masih sulit diprediksi. Mungkin dibelahan bumi lain sana sudah ada orang yg bisa memprediksi kapan dimana seberapa besar gempabumi secara ilmiah dan tepat,  namun masih menunggu waktu yg tepat untuk mengabarkan ke khalayak bahwa formula dan metodenya hampir 100 persen tepat untuk memprediksi kejadian gempabumi. Ato bisa juga karena beliau masih belum yakin formula atau metodenya sudah sempurna, sehingga masih terus menyempurnakan dan masih terus melakukan penelitian dan pembuktian sehingga belum dilaunching juga sampai saat ini.

Soal prediksi-prediksian gempabumi sudah banyak sih metodenya, tapi masih belum bisa sampai tepat kapan, dimana, seberapa besar. Selalu masih dalam kisaran range atau jangkauan.

misal, berdasarkan penelitian selama bertahun2 sebuah institusi gempabumi ternama, gempa kemungkinan terjadi di daerah sekitar xxx dalam kurun waktu 30 tahun dari sekarang dengan kekuatan sekitar 7.0 -7.5 SR. daerah xxx yang dimaksud sendiri juga masih berupa wilayah dengan luas segmen ratusan kilometer persegi. bayangkan, range waktunya aja udah sebegitu besarnya, bukan prediksi kalo itu sih menurut saya, belum lagi  masih ada range wilayah terjadi sama range kekuatannya… makin absurd lah bentuk prediksi di atas menurut saya.

Jadi kapan kita bisa memprediksi gempa secara “hampir” tepat.. Ntah lah… nunggu Juragan jadi Doktor dulu kali… hehehe… *ngarep.

Catatan:

- Sebenarnya Juragan pengen sharing tentang metode2 perhitungan prediksi/potensi gempa yg ada kayak study precursor, metode probabilitas, b-value, metode radon dsb (eh itu semua metode prediksi gempa bukan yah…? sotoy banget ah juragan) sayang ilmu seismologi masih cetek, ketimbang salah dan bikin malu mending diem aja hehe,,,

- Selain ilmiah ada juga metode prediksi gempabumi yg katanya masih ilmiah tapi masih meragukan buat juragan kayak teori pasang surut bulan sama teori konjungasi planet2 (kalo ga salah intinya pergerakan benda2 planet di sekitar bumi bersama gravitasinya masing2 menyebabkan fenomena pasang surut fluida di bumi termasuk didalamnya magma yg juga adalah fluida yang akhirnya menyebabkan lempeng2 makin aktif karena magma dan fluida sejenis di dalam bumi mengalami pergerakan… hmm..)

- lalu ada juga metode medan elektromagnetik, dimana katanya sebelum gempabumi, timbul anomali gelombang elektromagnetik dimana katanya sekian detik sebelum gempa medan elektromagnetik di daerah sekitar pusat gempa tiba2 hilang sesaat… perlu contoh kasus, penelitian dan pembuktian lebih lanjut dan lebih dalam…

- lalu ada juga metode prediksi yg kurang ilmiah seperti metode perilaku hewan2 (sebelum gempa hewan2 berlaku aneh… sebagai pertanda gempa mau dateng) yg terkenal ya katanya ikan lele sensitivitasnya tinggi terhadap kejadian gempa.. ntah lah…

-dan jangan dilupakan metode prediksi ngawur ga jelas seperti: kemunculan Halo matahari, kemunculan awan vertikal dsb…

Tapi dari kesemua itu, yang paling menyebalkan adalah ketika orang yang ga punya background displin ilmu kebumian tapi ngomong soal prediksi gempabumi ke khalayak ramai, sok tau dan bikin kepanikan massal…. *cih

 

 

 

Trus kesimpulannya apa? Gempa bisa diprediksi nggak?

Belum bisa diprediksi secara tepat. Jadi jangan percaya isu apapun yang menyatakan gempa akan terjadi jam sekian di daerah sekian dengan kekuatan sekian. Benar2 kebohongan!

 

 

 

.

Serupa Tapi Tak Sama

Posted: 27 July 2011 in Uncategorized

Indonesia adalah negara yang terletak di pertemuan lempeng-lempeng besar dunia yaitu Indo-Australia, Eurasia, Pasifik, dan Filipina. Posisi Indonesia yang terletak diantara pertemuan antar lempeng itu menyebabkan Indonesia aktif secara tektonik dan vulkanik dan dikenal sebagai bagian dari ring of fire… tunggu… tunggu… kok saya serius amat kali ini…?

oke lah… menyambung pengantar sok serius di atas, sedikit kesimpulan yang kita peroleh adalah bahwasanya di Indonesia aktifitas tektonik dan vulkanik sangatlah sering terjadi… Ngomong2 soal aktifitas tektonik dan vulkanik, apa saja sih aktifitas tektonik dan vulkanik itu?

Yaaa.., kita ambil contoh yang paling umum dan paling seru aja deh, yaitu gempabumi mewakili aktifitas tektonik, serta letusan gunung berapi mewakili aktifitas vulkanik.

Kalo di Amerika Serikat sana, lembaga yang ngurusin pengamatan gempabumi dan gunung berapi namanya USGS alias United States Geological Survey, sedang di jepang namanya JMA alias Japan Meteorological Agency yg juga sekalian ngurusin cuaca.

Nah kalo di sini?

Well… Kalo di negeri kita tercinta Nusantara raya gemah ripah loh jinawi untaian jambrud khatulistiwa ini, ntah kenapa yang ngurusin pengamatan gempabumi dan gunung berapi terdiri dari dua instansi yang berbeda.. Yang ngurusin pengamatan gempa berapi tentu saja kantor saya… kalo gunung berapi, yang ngurusin pengamatannya itu ya kantornya mbah Rono… :D

Kantor saya adalah lembaga pemerintah yang udah berdiri sendiri tidak dibawah kementerian (Bahasa kerennya: Lembaga Pemerintah Non Kementerian disingkat LPNK) dan pejabatnya adalah eselon I, sedangkan yg kantornya mbah Rono masih di bawah kementerian ESDM itu pun masih berupa Pusat alias pejabat tertingginya adalah eselon II.

Gempabumi dan Gunung Berapi, bagi masyarakat awam.. mereka ga terlalu memikirkan siapa yg mengurusi pengamatannya… Yang penting kalo ada gunung api meletus ato ada kejadian gempabumi mereka bisa dapet informasi secepatnya. masalahnya, sebagian besar masyarakat ga tau kalo gempabumi dan gunung berapi itu yg ngurusin itu dua intitusi yg berbeda…

Dan entah kenapa sering banget masyarakat awam saat ada kejadian gunung berapi meletus ato masih dalam tahap menunggu meletus menelpon ke kantor  saya untuk meminta konfirmasi. Bahkan ga sedikit wartawan yang dateng ke kantor buat interview seputar kegunungapian… well… berhubung bukan tupoksi kita untuk menjawab dan membahas fenomena vulkanologi, maka mereka terpaksa kecewa apalagi kalo tau mereka salah alamat dan mesti ke Bandung ke kantornya Mbah Rono.. dan lucunya mereka tetep mau ngambil gambar suasana ruang operasional kita buat bahan berita… waduh mas, ga nyambung dong, yg diinterview ntar Mbah Rono, tapi ilustrasinya peta sebaran jaringan sensor gempabumi yg sedang blink2… hehehe… :D

Eits, tapi jangan salah, sebaliknya, ga sekali dua kali saya melihat di televisi pada saat terjadi gempabumi ato ada talk show seputar kegempaan, mbah rono jadi narasumber… yg paling gress ya gempa dan tsunami Jepang kemaren lah… si Mbah diinterview by phone sama M**ro TV soal gempa tersebut… padahal kan bukan tupoksinya kantor dia yah buat ngebahas gempabumi (eh, tapi ga tau juga sih… bencana geologi itu termasuk di dalamnya gempabumi ga yah? kalo salah maap yah mbah.. piss… :D )

Nah… jadi bagi masyarakat awam, kantor saya sama kantor Mbah Rono kadang dianggap sama… ngurusin Gempabumi, Tsunami, Gunung meletus, Tanah Longsor dan sejenis… Kenapa, berikut menurut analisa saya:

1. Masyarakat ga tau kalo Kantor Mbah Rono itu eksis di dunia persilatan, ato sebaliknya kantor saya yg dianggap ga eksis sama masyarakat… (masa sih ada yg ga tau sama kantor saya… **Narsis.. :D )

2. Masyarakat kira gempabumi sama gunung meletus itu kejadian yg jalan ceritanya sama (sebabnya, mekanismenya,efeknya dsb), jadi nelpon kemana aja (kantor saya ato kantor Mbah Rono) boleh2 saja dan pasti bisa menjawab…

3. Kantor saya sama kantor Mbah Rono dianggap satu kementerian ato satu intitusi yg sama cuman beda Divisi doang..

4. Kombinasi ato gabungan dari tiga kemungkinan di atas ato emang masyarakatnya iseng aja… nanya gunung meletus ke kantor saya, nanya gempabumi ke kantor Mbah Rono…

Sekian…

***Analisa di atas belum terbukti dan belum diuji secara ilmiah.

NB: Sekedar diskusi bersama rekan2 sekantor… ada usul kalo kantor saya dimerger sama kantornya mbah Rono, membentuk badan baru yg berdiri sendiri sebagai LPNK… jadi kayak USGS ato JMA dimana semua fenomena alam dan kebumian diurusin satu lembaga saja… mo itu gempa, gunung meletus, tanah longsor, segala diurus satu institusi… menjadi BADAN GE**OGI DAN GE***ISIKA NASIONAL…??
 
 
 
 
 
 
.

Juragan Gempa atau Pawang Gempa?

Posted: 12 May 2011 in Gempa

Saya bekerja di sebuah Institusi yang bergerak di bidang pengamatan fenomena2 alam (saya ga sebut nama loh ya… :p ), Kerjaan saya adalah mengamati salah satu fenomena alam yang bernama gempabumi. Saya bekerja dalam sebuah tim kecil yang bekerja dalam dua shift sehari, yaitu shift pagi dan shift malam. dan divisi tempat saya bekerja ini sendiri terdiri dari 5 tim yang bekerja bergantian.

Sebut saja saya berada pada tim… Hmm… sebut saja tim Alfa. selain tim Alfa ada Tim Beta, Tim Gamma, Tim Delta, dan Tim Epsilon. Saya bekerja dalam format 2:3, dua hari kerja dan tiga hari libur. dua hari terdiri dari sehari shift pagi dan sehari shift malam. Tidak kata jeda bekerja di divisi saya.. Pengamatan gempa dilakukan 24 jam non-stop, 7 hari dalam seminggu.

Kita tidak mengenal hari libur, bila saat hari besar keagamaan seperti Idul Fitri dan Natal bertepatan dengan jadwal shift kita, maka wajiblah hukumnya kita masuk dan bekerja… Tapi selalu ada solusi bila pada saat kita ada keperluan mendadak yang menuntut kita tidak bisa bertugas namun saat itu adalah jadwal shift kita.

Kita diperbolehkan melakukan pertukaran shift antar personel. misalnya pagi ini saya tidak bisa bertugas bersama tim Alfa sesuai jadwal saya bisa meminta pertukaran dinas dengan personel tim lain misalnya tim Delta menggantikan saya pagi ini. lalu dua hari kemudian saat tim Delta bertugas saya menggantikan personel tim Delta yg dua hari sebelumnya menggantikan saya untuk bertugas.

Kenapa saya musti panjang lebar cerita tentang mekanisme kerja saya? Karena selanjutnya cerita saya akan sangat erat kaitannya dengan introduksi di atas…

And here the story goes….

Saya termasuk personel tim alfa yang suka tukeran shift dengan tim lain… Saya sudah pernah berkolaborasi dengan semua tim… Tapi ada satu tim yang spesial karena track record saya bersama tim ini cukup fenomenal…

Sebut saja Tim Delta. Dulu sebelum bergabung dengan tim Alfa saya terlebih dahulu tergabung dalam tim Gamma. Bila tim Gamma sedang shift pagi, maka shift malamnya akan dilanjutkan oleh tim Delta. Berhubung rumah saya jauh, yah, kira2 satu setengah jam perjalanan dari kantor… belum lagi plus macetnya Jakarta. kadang sehabis shift pagi saya tidak langsung pulang. Biasanya saya memutuskan nginep di kantor nemenin tim Delta bertugas. Walaupun saya sendiri tidak bertugas tapi bila ada even gempa saya ikut bantu2…

Oke lanjut ke bab berikutnya, selama tahun 2010 sampe mei 2011 ini terjadi 10 kali gempa berpotensi tsunami yang mengancam Indonesia (kalo saya ga salah..). Terdiri dari 6 gempa di wilayah Indonesia:

- Gempa Sinabang 7 april 2010 (7.2 SR)

- Gempa Meulaboh 9 Mei 2010 (7.2 SR)

- Gempa Serui 16 Juni 2010 (7.1 SR)

- Gempa Kaimana 30 September 2010 (7.4 SR)

- Gempa Mentawai 25 Oktober 2010 (7.2 SR)

- Gempa Cilacap 4 April 2011 (7.1 SR)

dan juga ada 4 Gempa luar negeri yang berpotensi tsunami dan mengancam Indonesia:

- Gempa Chile 27 Februari 2010 (8.8 SR)

- Gempa Andaman 13 Juni 2010 (7.5 SR)

- Gempa Papua New Guinea 18 Juli 2010 (7.1 SR)

- Gempa Jepang 11 maret 2011 (8.9 SR)

And Guess what… dari 10 gempa tersebut, 6 gempa terjadi saat saya berada di kantor… dan 4 gempa saya alami saat saya sedang di kantor bersama tim Delta

Dan berikut kronologis 10 gempa tersebut beserta posisi saya ada dimana sedang apa…

1. Gempa Chile 27 Februari 2010

Saya lagi libur saat itu… Bahkan saya tidak tahu kalau Gempa yang menimbulkan tsunami itu efek tsunaminya mengancam Indonesia… :D

2. Gempa sinabang 7 April 2010

Gempa ini kejadiannya jam 5.15 pagi… Saya sedang tertidur pulas di rumah…. Bangun jam 5.30 buka HP baca SMS dan kaget…. Selanjutnya dari rumah dengan khidmad memantau televisi yang menayangkan telewicara bersama beberapa pejabat kantor saya serta ada juga telewicara dengan supervisor Tim Alfa.. (saat itu saya masih anggota tim Gamma dan sedang off duty)

3. Gempa Meulaboh 9 Mei 2010

Saat gempa ini terjadi saya sedang berada di kebun binatang Ragunan… Ngapain ke kebun binatang Ragunan pas ada gempa gede? Lha wong saya lagi off duty… suka2 saya dong mo kemana hehehe… Saat itu saya sedang piknik dan gathering dengan teman2 kuliah saya satu angkatan… Lagian mana saya tau bakal ada gempa gede… Saya tidak terlalu memonitor gempa ini.. wong lagi senang2 ketawa ketiwi liat khewan-khewan hehehe…

4. Gempa Andaman 13 Juni 2010

Inilah awal mula track record fantastis saya bersama Tim Delta. Saat itu saya abis shift pagi bersama tim Gamma. Seperti biasa saya males pulang dan memutuskan untuk menginap di kantor. Malam itu ada pertandingan Piala Dunia. Saya tidur di tengah2 tayangan pertandingan langsung entah tim mana vs tim siapa saya lupa… sekitar pukul 3 pagi saat lagi enak2nya tidur saya bermimpi. terjadi gempa besar dan terjadi tsunami. Lalu saya terbangun… ternyata saya bukan sedang bermimpi… memang sedang terjadi gempa besar berpotensi tsunami berpusat di kepulauan Andaman yang dirasakan sampai Sabang dan Banda Aceh… Bunyi alarm dan sirine yg saya dengar dalam mimpi itu sebenarnya emang bunyi alarm sistem kantor yang bunyi dan terdengar oleh saya sambil bermimpi… Alhasil saya ikut ngeronda memantau datangnya tsunami yg pada akhirnya ga terjadi. Inilah gempa berpotensi tsunami pertama saya selama saya bertugas di kantor… dan faktanya malam itu saya sedang tidak bertugas alias off duty hehehe….

5. Gempa Serui 16 Juni 2010

Ini adalah episode kedua saya bersama tim Delta. Tapi kali ini saya dalam kondisi on duty alias sedang bertugas. Saat itu saya sedang melakukan pertukaran shift dengan salah seorang personel tim Delta. Gempa terjadi siang hari. Kantor langsung rame.. Petinggi2 kantor muncul, media datang, suasana pun rame… Dan saat itu lah untuk pertama kalinya salah seorang personel tim Delta nyeletuk, “Kok tiap kita bertugas pas ada gempa berpotensi tsunami ada kamu terus ya? jangan2 gara2 ada kamu nih makanya gempa gede..”

6. Gempa Papua New Guinea 18 Juli 2010

Ini gempa perdana saya bersama tim sendiri yaitu tim Gamma. Gempa terjadi di malam hari. berupa gempa doublet dimana pertama kali berkekuatan 7.2 dengan lokasi di darat, lalu selang beberapa menit kemudian gempa susulannya berposisi di laut dengan kekuatan 7.1 SR… sehingga sesuai teori dan SOP yang ada gempa tersebut berpotensi tsunami. Suasana tidak seramai gempa Serui dulu.. karena terjadi malem hari, ga ada petinggi2 yang seliweran. Hanya ada beberapa stasiun televisi yang datang melakukan reportase dan pengambilan gambar.. Dan ini untuk pertama kalinya saya masuk TV dalam rangka pekerjaan… Silahkan liat videonya di index berita di websitenya me*ro TV.. cari aja index berita tanggal sesuai terjadinya gempa Papua New Guinea sesuai judul di atas… :D

FYI : Gempa PNG ini adalah saya yang melakukan diseminasi alias pengiriman info gempa via Web, SMS, Fax, dan beberapa media lain… Pertama kalinya saya melakukan diseminasi gempa berpotensi tsunami…

7.Gempa Kaimana 30 September 2010

Sumpah saya benar2 melewatkan gempa ini. Gempa terjadi dini hari. saya sedang ada di rumah. Handphone saya dalam keadaan tidak aktif karena baterenya sedang habis. Saya baru tau terjadi gempa berpotensi tsunami pagi harinya saat saya tiba di kantor dan sedang dilakukan serah terima tugas dari shift malam ke shift pagi…

8. Gempa Mentawai 25 Oktober 2010

Ini yang paling Fenomenal. Ini yang menasbihkan saya sebagai pengundang gempa berpotensi tsunami bila bersama tim Delta. Sebenarnya saya tidak berniat menginap di kantor malam itu. Paginya seperti biasa saya berdinas bersama tim Gamma. Bila anda semua punya ingatan yang kuat maka pasti tahu tanggal 25 Oktober 2010 itu terjadi hujan deras yang mengakibatkan banjir dan genangan air masif di Jakarta. Kantor saya pun ga mau ketinggalan ikut2an tergenang. Motor saya tergenang air sampai mendekati knalpot. jalanan Jakarta Sore sampai tengah malam itu lumpuh total. Macet di mana2 sehingga saya memutuskan untuk tidak pulang dan menginap di kantor saja menunggu esok pagi sampai air mulai surut. Saat melihat saya di kantor malam itu beberapa personel tim Delta sudah mewanti2 saya untuk pulang saja (tentu saja dalam rangka bercanda) karena dikhawatirkan saya akan mengundang datangnya gempa berpotensi tsunami. Entah omongan mereka kena tulah ato memang takdir saya, tepat pukul 21.42 terjadi gempa berpotensi tsunami dengan kekuatan 7.2 SR. Telpon berdering tak henti2 dari masyarakat, media dan para petinggi. Saya yang seharusnya cuman numpang tidur doang karena off duty pun akhirnya ikut bertugas mem-backup tim Delta. Saya sempat menelepon orangtua yang berada di Bengkulu untuk mengungsi ke ketinggian karena rumah dinas orangtua dekat dengan pantai dan tsunami bila terjadi bisa dan sangat mungkin sampai ke bengkulu. Dan semua anggota tim Delta berkata kepada saya, “Aduuh… Besok2 jangan nginep di kantor lagi pas kita lagi bertugas… ntar gempa berpotensi tsunami lagi….”

FYI: Gempa ini sendiri akhirnya menimbulkan tsunami di sekitar kepulauan Mentawai dan memakan korban sekitar 500-an jiwa. Keputusan saya menelepon orangtua untuk mengungsi adalah tepat. Walaupun akhirnya tsunami tidak sampai ke Bengkulu, namun bila saya tidak menelepon lalu tsunami sampai ke Bengkulu maka saya akan jadi orang yang menyesal seumur hidup saya….

9. Gempa Jepang 11 Maret 2011

Di akhir penghujung tahun 2010 saya dipindah dari sebelumnya personel tim Gamma menjadi personel tim Alfa. Saat gempa Jepang terjadi yang bertugas adalah tim Alfa. Namun saya saat itu sedang digantikan oleh orang lain salah satu personel tim Epsilon. Saat gempa terjadi saya sedang tidur dengan damainya di rumah. lalu masuk SMS. SMS pertama berupa info gempa yang menyatakan Gempa Jepang berpotensi tsunami. SMS berikutnya adalah Warning bahwa Gempa Jepang telah terjadi tsunami dan akan melanda Indonesia pada pukul 18.00 WIB di Papua, Maluku Utara dan Sulawesi Utara. Seperti dejavu lagi saat gempa Mentawai, saya menghubungi orangtua yang saat ini telah pindah tugas ke Jayapura. Orangtua saya mengatakan mereka telah siaga dan penduduk kota sudah mengungsi. Orangtua saya sendiri tidak mengungsi karena rumah dinas jauh dari pantai dan berada di perbukitan yang cukup tinggi. Karena lagi2 berhubungan dengan keselamatan orangtua saya, saya memutuskan untuk ke kantor untuk mendapatkan info yang valid dan udpate. saya menelepon seorang personel tim Beta yang malamnya akan bertugas meminta pertukaran shift. Tawaran saya disambut dengan tangan terbuka karena sebenarnya bila terjadi gempa berpotensi tsunami apalagi sampai terjadi tsunami maka akan terjadi kesibukan luar biasa di kantor yang bakal melelahkan. Berangkatlah saya ke kantor. And Guess… Orang nomer satu di Institusi saya langsung berada di ruang operasional. semua petinggi hadir. Berbagai Media hadir. Baru kali ini saya melihat ruangan operasional seramai ini. Liputan berlangsung nonstop layaknya reality show. Entah berapa kali saya di-shoot masuk kamera TV entah sedang mondar mandir ato jadi Background big boss hehehe… Sampe malam suasana masih ramai dan hiruk pikuk… Ah saya merasa menjadi bagian dari sejarah yang ga bakal dilupakan umat manusia…

FYI: Efek gempa Jepang ini sampai ke Indonesia. di Holtekamp, Papua Tsunami setinggi 1 meter menghantam dan merusak beberapa rumah, cottage, hotel, dan jembatan.. 1 orang diberitakan tewas terseret ombak tsunami.

10. Gempa Cilacap 4 April 2011

Ini adalah episode keempat saya bersama tim Delta. Pagi 4 April 2011 saya masuk shift pagi dengan tim Gamma (anggap saja reuni dengan ex tim saya). Malamnya saya seperti biasa memutuskan untuk tidak pulang dan menginap di kantor saja. dan tentu saja yang masuk shift malem adalah tim Delta. Saya pun langsung mewanti2 Anggota tim Delta untuk bersiap menghadapi kemungkinan besar terjadi gempa besar berpotensi tsunami. dan ternyata kombinasi saya dan tim Delta memang spesialis mengundang terjadinya gempa berpotensi Tsunami. sekitar jam 3 pagi terjadi gempa berpotensi tsunami di lepas pantai selatan Jawa dekat Cilacap. seperti biasa.. Kitapun beraksi menganalisa, melakukan pengiriman informasi ke Institusi interface seperti Pemda, BNPB, Basarnas, TNI, Polri, Media serta masyarakat. Di akhir shift kita semua hanya bisa geleng2 kepala kenapa selalu saya bersama tim Delta selalu terjadi gempa berpotensi tsunami…

Akhir dari cerita… Sampai saat tulisan ini saya publikasikan, saya belum sempat bersua lagi dengan tim Delta saat mereka bertugas… Saya ga pernah percaya bahwa saya dan tim Delta adalah kombinasi pengundang gempa berpotensi tsunami… Bagi saya itu semua hanya kebetulan belaka. Dan saya sebenarnya tidak cuman 4 kali itu saya berdinas bersama tim Delta. entah udah berapa belas kali mungkin sudah puluhan kali saya bersama tim Delta dan ga selalu terjadi gempa berpotensi tsunami. Bagi saya semua kejadian di atas adalah pengalaman berharga dan kesempatan yang tidak boleh disia-akan untuk menambah ilmu dan kemampuan sebagai Pawang Gempa eh salah, Juragan Gempa… :D

Quote:
Definisi Cinta menurut Seismologist:
Cinta itu kayak Gempabumi… Bisa dianalisa mekanismenya tapi tidak pernah berhasil diprediksi saat terjadinya….
Cinta itu kayak Tsunami…menghancurkan semua dengan sekali lewat….
maka dari itu hati2 lah terhadap cinta susulan… :)

 

 

 

 

.

Pernah nggak liat di TV  anak2 SMP diwawancarai, ditanya isi sumpah pemuda pada ga hapal? Ato anak SD diminta menyanyikan lagu Indonesia Raya ga bisa (trus tiap senen upacara bendera ngapain aja?), Anak SMA Mengucapkan sila2 dalam Pancasila belepotan dan kebalik2? Ato ditanya hari kebangkitan Nasional tanggal berapa jawabnya malah 17 Agustus?

Saya ga heran sih… Menurut saya bukan karena nasionalisme generasi muda kita sekarang udah berkurang sehingga Pancasila aja ga hapal… Tapi karena saat ini lebih penting belajar Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Fisika, Kimia, Biologi, Sosiologi, Geografi, dan Ekonomi, yang masuk UNAS ketimbang belajar Pendidikan Kewarganegaraan dan Sejarah yg ga masuk UNAS…

Apakah mengerti Rumus phytagoras lebih penting dari hapal Pancasila? apakah lebih penting hapal hukum Newton ketimbang UUD 1945?

Apakah kurikulum pendidikan kita salah? Ntah lah… bukan saya yang menentukan kurikulum pendidikan kita… Apalagi saya tidak punya sama sekali gelar sarjana pendidikan…

Lalu apa hubunganya dengan gempabumi? Yah, saya hanya lagi membayangkan kalo gempabumi (ato seismologi, ilmu bumi, ato apa lah namanya) masuk kurikulum pendidikan kita dari TK sampai SMA. Saya rasa hampir seluruh rakyat Indonesia tahu kalo kita hidup di daerah rawan bencana gempabumi dan tsunami. Namun ga semuanya mengerti hal ikhwal tentang bencana yang mengancam mereka tersebut. Menurut saya perlu sebuah mata pelajaran tersendiri tentang gempabumi, tsunami dan bencana alam

Saya membayangkan sedari TK dan SD anak2 Indonesia sudah diajari cara2 menyelamatkan diri dan apa2 saja yang harus dilakukan bila terjadi gempa dan sesudah terjadi gempa. lalu beranjak SMP dan SMA mereka sudah punya pengetahuan lengkap gempabumi dan tsunami. Maka nantinya ga bakal ada lagi cerita seperti ini:

Contoh kasus 1. Terjadi sebuah gempa yang cukup besar.. Lalu ada masyarakat menelpon dan bertanya: “Pak, kok ga dikasih tau sebelumnya kalo bakal ada gempa?”

Pendapat Juragan:  yang nelpon belum tau kalo gempabumi belum bisa diprediksi.

Contoh kasus 2. Masih gempa yang sama. ada telpon lagi: “pak, bakal ada gempa susulan nggak?”

Pendapat Juragan: kembali ke pendapat juragan sebelumnya, yg gempa utamanya saja belum bisa diprediksi bagaimana kita bisa memprediksi gempa susulannya kapan bakal dateng?

Contoh kasus 3. Terjadi gempa di daerah daratan sulawesi, lalu ada telpon dari masyarakat: “pak, bakal ada tsunami nggak?”

Pendapat Juragan: yang nelpon belum tau kalo gempa yang berpotensi tsunami pusat gempanya musti di laut, atau mungkin memang tidak tau kalo pusat gempanya di darat.

Contoh kasus 4. Terjadi gempa di mentawai dengan magnitudo 7.2 SR pukul 21 .42 WIB, lalu selang setengah jam kemudian terjadi gempa susulan dengan magnitudo 5.4 SR pada pukul 22.10 WIB. Masyarakat melalui website mengirimkan komen sebagai berikut: “Yth mas/mbak, yang bener gempanya yg mana nih 7.2 SR ato 5.4 SR? Yang konsisten dong….”

Pendapat Juragan: Mungkin masyarakat yg mengirim komen khilaf, ato sedang panik dan terburu2 karena berada di daerah yg terkena dampak getaran gempa sehingga lupa memperhatikan waktu terjadinya gempa.

Contoh kasus 5. Masih lanjutan Contoh kasus 4, ada lagi masyarakat bertanya: “Mas/mbak petugas, yang 7.2 SR kan berpotensi tsunami, sedang yang 5.4 SR kok tidak berpotensi tsunami? kan koordinat gempanya hampir sama? Harusnya yang 5.4 SR berpotensi tsunami juga dong?”

Pendapat Juragan: Ini pertanyaan yang kritis… Secara Logika dia bener… Walau secara ilmiah yg Juragan tau gempa berpotensi tsunami punya syarat magnitudo minimal 6.5 SR kedalaman kurang dari 70 km dan terjadi di laut, maka kalo gempa dengan magnitudo 5.4 SR seharusnya energinya tidak cukup untuk menimbulkan tsunami. Tapi bisa saja gempa yang 5.4 SR itu menambah akumulasi energi gempa 7.2 SR sebelumnya sehingga menghasilkan tsunami yg lebih besar… Timbul pertanyaan lagi, apakah gempa susulan yg 5.4 SR itu bisa disebut berpotensi tsunami? Juragan juga masih bingung jawabnya… *kemampuan seismologi masih cetek …

Contoh Kasus 6. Terjadi gempa di laut sekitar 271 km selatan sukabumi dengan kekuatan 5.0 SR, lalu muncul komen di web: “Adminnya ngaco nih, ga terasa ada gempa kok di Sukabumi.”

Pendapat Juragan: Mungkin yang komen lupa ato ga baca kalo jarak pusat gempanya 271 km dari Sukabumi, dengan kekuatan hanya 5.0 SR wajar saja ga terasa sampe Sukabumi… Ato mungkin yang komen emang ga tau kalo pusat gempanya bukan di Sukabumi melainkan 271 km dari Sukabumi?

Contoh kasus 7. Mirip sama kasus yang diatas, tapi kali ini jarak pusat gempanya hanya 30 km timurlautdari Sukabumi, Tapi kedalaman pusat gempanya skitar 321 km dibawah permukaan. Masyarakat juga protes kenapa tidak dirasakan.

Pendapat Juragan: Juga hampir sama seperti Contoh kasus 6, sumber gempanya terlalu dalam untuk membuat dia dapat dirasakan oleh masyarakat diatasnya. Yang nanya mungkin ga sadar kalo 321 km dibawah permukaan bumi itu sangat dalam..

Contoh Kasus 8. Terjadi gempa dengan kekuatan 5.6 SR di Sumatra Barat, lalu muncul komen dari masyarakat di web: “Kok di Semarang ga kerasa?”

Pendapat Juragan: Mungkin yang komen lupa (atau tidak tahu) kalo jarak antara Padang ke semarang lebih dari 1200 km.

Contoh Kasus 9. Tiba2 ada telpon masuk ke kantor dan bertanya: “Pak, kami mendapatkan kabar bahwa besok pukul 14.00 WIB akan terjadi gempa berkekuatan 8.9 SR di Padang pak.. mohon kepastiannya pak…”

Pendapat Juragan: Kembali ke pendapat juragan di Contoh kasus 1, gempa belum bisa diprediksi waktu, lokasi, dan kekuatannya, apalagi sedemikian detilnya… Pertanyaannya: Kenapa masyarakat mudah terpancing dan mempercayai isu?

Contoh kasus 10. Terjadi gempa di Yogyakarta, lalu muncul komen masyarakat di web: “kemaren saya melihat lingkaran pelangi (halo) di langit sekitar Jogja, terbukti kan terjadi gempa…” atau ada lagi: “saya melihat ada awan vertikal membelah langit Jogja beberapa jam sebelum gempa terjadi…”

Pendapat Juragan: Apa hubungannya kemunculan Halo dan awan vertikal sama gempabumi?

Mungkin bila dari kecil masyarakat Indonesia sudah diajari dan mengerti tentang gempabumi maka kita tidak akan gagap setiap mengalami bencana gempabumi dan sejenisnya. korban bisa diminimalisir, ketentraman dan keamanan di masyarakat terjaga karena tidak gampang terpancing isu2 gempa besar, kalaupun terjadi gempa besar sudah siap menghadapi dan tahu harus berbuat apa sebelum, saat, dan setelah gempa terjadi.

NB: Saya membayangkan suatu hari masyarakat menelpon ato memberi informasi di web seperti ini: “Halo pak, saya masyarakat di kota xxxxx, ingin melaporkan gempa yang barusan terjadi di daerah saya, saya rasakan sekitar 3-4 MMI di kota xxxx, lalu sepupu saya bilang di kota xxxx dirasakan 2-3 MMI…”

HIDUP NKRI!


sumpah pemuda:

kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia

kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia

kami putra dan putri Indonesia, menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Pancasila:

1. ketuhanan yang maha esa

2. kemanusiaan yang adil dan beradab

3. persatuan Indonesia

4. kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan permusyawaratan/perwakilan

5. keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia

 

 

 

 

.

Hello world!

Posted: 24 February 2011 in Uncategorized

Cuma seseorang yg kebetulan kecemplung di dunia gempa-gempaan… Belum punya kualifikasi untuk jadi Seismologist… Cuman seorang Juragan Gempa…